Masa Yang Manis dan Indah

pict from google.


Hai guys… welcome back to my personal blog catatan oway. Yeaaaa…
Emm seperti tujuan awal this blog Cuma buat share pengalaman,cerita hidup, kisah nyata, kegajean dan bukanlah fiktif belaka buat kenang-kenangan anak, cucu, cicit, bao, sahabat ,family dan sang pujaan hati gue kalo suatu saat nanti gue end (read : die ). So sekarang gue mau nyeritain pengalaman lebih tepatnya salah satu kenangan terindah yang pernah gue rasain in my life. Siapkan segelas kopi,cemilan,dan tisu buat nyimak kisah ini dan jangan tiru adegan ini ! di postingan kali ini gue gak akan terlalu nyeleneh dan menggunakan sudut pandang aku sebagai pemeran utama. Oke cukup. Selamat membaca guys.
Mulai dari mana ya…

Manusia lahir tumbuh dan berkembang mengikuti kodratnya, sama halnya dengan angka yang dimulai dari nol sampai ratusan,ribuan bahkan tak terhingga. Begitupun dengan manusia. Manusia tercipta,terlahir,lalu tumbuh dan berkembang dari air mani,zigot,morula,gastrula,blastula,embrio,janin, dan tumbuh menjadi bayi,anak-anak,remaja, dewasa,tua lalu kembali menjadi tidak ada. Itulah kehidupan. Dan dalam hidup ada suatu masa yang harus dilalui, masa-masa itu begitu berwarna dan bermakna dan terlalu berharga untuk dibuang begitu saja. Masa itu terkadang indah,terkadang pahit, terkadang getir kadang seperti badai,kemarau,hujan dengan petir,kadang seperti bencana yang tak terduga dan membawa luka namun tak jarang masa itu adalah sebuah masa yang manis dan indah. Seperti sang malam dengan taburan bintangnya, seperti siang dengan cerahnya,seperti sore dengan senjanya,bahkan hujan dengan pelanginya.

Dan semua orang pasti memiliki masa yang manis dan indah dalam hidupnya. Tak terkecuali aku. Masa yang manis dan indah dalam hidupku yang kuingat dan yang termanis sejauh ini adalah masa itu. Masa dimana aku hidup dengan mama,bapa,bibi dan nenek-kakek ku. Masa itu saat usiaku 0-5 tahun. Saat itu aku masih seorang anak kecil yang polos dan bahagia. Saat itu adalah saat dimana semua terasa membahagiakan tanpa beban apapun. Saat dengan berlarian pun aku tertawa dengan diam pun aku bahagia dan tak ada luka. Semua hanya tentang aku dan kebahagiaan keluarga kita.

Aku lahir entah dari Rahim siapa, yang jelas mama yang aku kenal dan yang aku ketahui hanyalah almarumah mamaku saat itu, ayahku yang kutahu ayahku adalah ayah yang hingga saat ini bersamaku, nenek-kakek adalah mereka yang selama ini ku kenal. Entah darimana asalku dan bagaimana aku bisa sampai dikeluarga ini. Yang jelas saat itu adalah saat yang paling membahagiakan dalam hidupku. Setiap pagi bangun dari tidur aku membuka mataku dan bila disampingku tak ada siapapun aku akan menangis dan berteriak agar ada yang menggendongku menuju mama di dapur. Lalu terdengar suara lembut mama dari dapur “tuh si eneng geus gugah gera pangku kadieu” (tuh si eneng udah bangun,bawa gendong kesini). Lalu bibiku menghampiriku dan menggendongku ke dapur melihat mama yang sedang memasak. Mama menyambutku dengan senyuman lalu kemudian bibi membuatkanku segelas susu kemudian aku meminumnya dengan lahapnya. Sehabis minum susu aku akan berlari menuju lemari makananku, ya lemari makanan karena saat itu sekitar tahun 2001 keluarga kita belum punya kulkas. Dilemari itu tersedia bermacam-macam makanan manis khususnya permen, dan bila permenku habis aku dengan paniknya akan memberitahu mama baha stok permenku habis. Dan mama dengan santainya selalu bilang untuk membangunkan ayahku agar mmbelikanku permen saat itu, aku berlarian menuju ayah dan dengan paniknya meminta dia untuk membelikanku permen dan ayah hanya sedikit terbangun dan menyuruhku meminta uang pada mama hingga akhirnya hanya untuk sebungkus permen pun aku berlarian kesana kemari dengan paniknya aaaah masa itu…

Dan saat siang hari ketika aku sudah selesai dengan segala kepanikan dan kemanjaanku di pagi hari aku selalu bermain bersama teman-temanku. Kami bermain apapun dan bersama kapanpun hingga sore menjelang dan semua terasa indah. Kami tertawa bahagia, ya kadang menangis yang entah karna apa tapi semuanya terasa sangat indah untuk dikenang. Terkadang disela permainan kami mama memanggilku dan teman-teman untuk minum jus sisrsak buatannya dan jus sirsak itu adalah minuman favoritku saat itu bahkan sampai saat ini.

Dan bila sore menjelang dan aku masih susah untuk pulang mama selalu masak makanan kesukaanku, ah tidak lebih tepatnya sih semua masakan mama adalah kesukaanku. Aku ingat saat suatu sore bibi memanggilku dan bilang “enggal gera uih mama masak ayam kobe karesep eneng”(cepet pulang mama masak ayam kobe kesukaan eneng) dan dengan sigap saat itu tak peduli permainan apapun yang sedang kumainkan aku pasti pulang dengan gembira. FYI ayam kobe itu ayam goreng tepung dan tepungnya itu merknya “kobe” jadi kita menyebutnya ayam kobe. Maklum lah ya dikampung mana ada KFC. Atau mama sering masak sop kaki ayam atau sop dengan bakso itu semua makanan  kesukaanku. Kaang aku mandi dulu baru makan atau bahkan sebaliknya. Aku melakukan hal apapun yang kusuka.
Saat malam tiba kadang aku bermain dengan huruf abjad warna warni yang mama belikan untukku dan saat itulah mama dan bibi mengajariku huruf abjad dan warna warna yang ada pada huruf itu, alhasil sebelum masuk TK aku sudah bisa membaca dan menulis namaku sendiri. Atau terkadang kami karaoke bersama, emmm sebenarnya sih Cuma aku yang pegang mikrofon dan itupun kadang bernyanyi kadang hanya menghapal surat surat pendek dengan dibimbing mama dan bibi atau bapa juga tentunya.

Sekali-kali aku ikut mama kesekolah, ya karena mamaku adalah seorang guru SD. Kita pergi bertiga aku,mama dan bapa. Kadang aku naik becak berdua sama mama dan akusering terkagum-kagum melihat bangunan tinggi nan megah yang disebut hotel. Yup karena sekolh tempat mamaku mengajar adalah daerah wisata tepatnya sih di Pangandaran jadi disana ada bangunan hotel dan jika aku sedang kagum kagumnya dengan hotel mama bertanya apakah aku mau kesana? Dan aku menjawabnya dengan pertanyaan pula apakah kita bisa kesana dan sesekali menghabiskan waktu disana? Mamapun mengiyakannya dan bilang suatu saat kita mungkin bisa.

Saat disekolah mama hobiku ya apalagi kalau bukan jajan. Mama menawariku berbagai makanan dan salah satu yang paling kuingat adalah saat mama menawariku karoket telor yang rasanya sangat khas dan membuatku teringat saat itu jika sekarang aku memakannya. Saat istirahat kami memakan bekal yang sudah mama siapkan dari rumah dan biasanya menunya telur dadar ala mama yang bagiku selalu enak. Pulang sekolah biasanya kami menyempatkan untuk beli stok makanan atau permenku atau beli baju untukku disekitar pantai. Lalu kami pulang kerumah. Mama sih meskipun aku tak ikut kesekolah dia selalu saja memberikanku sesuatu sepulang sekolah, entah itu boneka,makanan,mainan atau yang lainnya. Ya yang kuingat mama adalah mama yang baik bahkan terbaik yang pernah ada.

Atau kadang kalau aku tidak ikut mama kesekolah aku dititipkan di nenek kakek dari mamah dan aku juga bahagia karena mereka tak kalah menyayngiku. Mereka salah satu kebahagiaanku pula pada masa itu. Kadang kakek menjemputku kerumah naik sepeda dan aku diboncenginya di ‘rendeng’ semacam tempat penyimpanan barang di sepeda. Terkadang aku dibawa mama ke tempat nenek kakek secara langsung. Nenek kakek dari mama ini selalu memanjakanku pula. Mereka membelikanku apa apa yang kumau. Kadang aku menginap di rumah nenek kakek ini dam malamnya pergi ke Pasar Malam dan aku anik kincir bersama nenekku. Lalu pulangnya membeli aromanis. Ahh sangat manis memang.

Walaupun sekarang nenek-kakek sudah tiada tapi kasih sayangnya seolah selalu menyertaiku kapanpun dan diamanapun.
Masa itu sungguh membahagiakan bagiku semua terasa manis dan indah. Tanpa aku tahu bahwa sebenarnya mama sedang menderita saat itu. Ya karna sepanjang masa bahagia saat itu mama sebenarnya sakit tapi aku bahkan tidak mengetahui derita mama. Dulu kukira mama hamil karena perutnya yang membesar seperti hamil 9 bulan. Ternyata itu adalah penyakitnya. Dan aku dengan bodohnya malah bertanya didepan mama pada bibi apakah aku akan punya adik? Karena aku mendengar itu dari temanku bahwa mereka pikir mamaku hamil karena perutnya yang membesar. Tanpa ku tahu mungkin saat itu mama tertekan mendengar pertanyaanku. Bodohnya aku.

Dan saat semua mungkin tahu derita mama aku dengan bodohnya hanya bahagia yang kupikirkan tanpa beban. Aku ingat saat aku dibawa mama kesekolah dan aku bertemu dengan anak teman mama dan dia bilang mama akan pergi meninggalkanku dia bilang aku akan ditinggalkan mama dia bilang “hey siah eta mamahna teli engke bakal teu aya, ke ditinggalkeun siah ku mamahna”(hey kamu nanti mamahnya pergi loh nanti kamu bakal ditinggalin mama kamu loh) saat itu aku tak percaya dan dengan yakin berkata bahwa mama ada di kantor dan dia takan meninggalkanku namun kemudian aku menangis dan berlari ke arah kantor sambil berteriak mama…mama…mama… dan mama menghampiriku lalu aku memeluknya dia bertanya kenapa aku menangis dan mengusap air mataku “kunaon din eneng nangis?” (kenapa kamu nangis?) dan aku bilang bahwa anak itu bilang bahwa mama akan pergi meninggalkanku lalu mama menjawab dengan tenang “ninggalkeun kamana? Ieu mamah aya mamah mah moal ninggalkeun eneng maenya eneng ditinggalkeun mah ku mamah”( ninggalin kemana,ini mama ada mana mungkin mama ninggalin kamu ) dan masih dengan air mata yang mengalir aku bilang agar mama jangan pernah meninggalkanku dan kalau pergi kemanapun harus mengajakku. Mamapun berjanji untuk tak meninggalkanku~ “mamah…mamah janji nya moal ninggalkeun abi mun kamana mana abi ajakan nya mah”  “uhun moal, uhun diajakan J “ (mama…mama janji ya gak akan ninggalin aku kalo pergi kemanapun aku ajak ya ma) (iya gak akan iya mama ajak J)~

Dan itulah flashback indah yang sebenarnya pedih jika kuingat. Dan satu hal lagi yang terindah yaitu saat ulangtahunku yang ke 5 tepatnya saat 5 september 2002 aku ulangtahun dengan dirayakan oleh mama, walau acaranya sederhana aku sangat bahagia. Mama saat itu jadi pembawa acara diacara ulangtahunku dan ya itulah perayaan ulang tahun pertama dan terakhirku dengan mama. Karena saat tahun 2003 tepatnya 26 januari 2003 mama pergi meninggalkanku, dengan semua kenangan indah yang tersisa di memori ini. Bersama semua keindahan dan kemanisan dalam masa itu mama pergi menghadap-NYA. Dan seiring kepergian mama akupun pindah ke desa lain ikut dengan nenek-kakek dari ayah bukan nenek-kakek dari mama yang sering memanjakanku dan hidup sederhana jauh dari kata manja dan hanya diasuh oleh bibiku yang juga pindah dari rumah pertama kami. Dan bapa? Entahlah entah tinggal dimana mungkin  saat aku di nenek-kakek ayah masih tinggal dirumah pertama kami dan mungkin sekitar tahun 2004 bapa menikah lagi dan tinggal dengan istri barunya tanpa aku tentunya. Hidupku berbalik 180 derajat. Dan kupikir disitulah awal masa yang manis dan indahku berakhir.

To Be Continued~


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Inginkah Menjadi Guru?

Siapa yang Kurindukan?

I lost him, but I found The Greatest "HIM"