Masa Yang Manis dan Indah
Hai guys… welcome back to my personal blog catatan oway.
Yeaaaa…
Emm seperti tujuan awal this blog Cuma buat share
pengalaman,cerita hidup, kisah nyata, kegajean dan bukanlah fiktif belaka buat
kenang-kenangan anak, cucu, cicit, bao, sahabat ,family dan sang pujaan hati
gue kalo suatu saat nanti gue end (read : die ). So sekarang gue mau nyeritain
pengalaman lebih tepatnya salah satu kenangan terindah yang pernah gue rasain
in my life. Siapkan segelas kopi,cemilan,dan tisu buat nyimak kisah ini dan
jangan tiru adegan ini ! di postingan kali ini gue gak akan terlalu nyeleneh
dan menggunakan sudut pandang aku sebagai pemeran utama. Oke cukup. Selamat
membaca guys.
Mulai dari mana ya…
Manusia lahir tumbuh dan berkembang mengikuti kodratnya,
sama halnya dengan angka yang dimulai dari nol sampai ratusan,ribuan bahkan tak
terhingga. Begitupun dengan manusia. Manusia tercipta,terlahir,lalu tumbuh dan
berkembang dari air mani,zigot,morula,gastrula,blastula,embrio,janin, dan
tumbuh menjadi bayi,anak-anak,remaja, dewasa,tua lalu kembali menjadi tidak
ada. Itulah kehidupan. Dan dalam hidup ada suatu masa yang harus dilalui,
masa-masa itu begitu berwarna dan bermakna dan terlalu berharga untuk dibuang
begitu saja. Masa itu terkadang indah,terkadang pahit, terkadang getir kadang
seperti badai,kemarau,hujan dengan petir,kadang seperti bencana yang tak
terduga dan membawa luka namun tak jarang masa itu adalah sebuah masa yang
manis dan indah. Seperti sang malam dengan taburan bintangnya, seperti siang
dengan cerahnya,seperti sore dengan senjanya,bahkan hujan dengan pelanginya.
Dan semua orang pasti memiliki masa yang manis dan indah
dalam hidupnya. Tak terkecuali aku. Masa yang manis dan indah dalam hidupku
yang kuingat dan yang termanis sejauh ini adalah masa itu. Masa dimana aku
hidup dengan mama,bapa,bibi dan nenek-kakek ku. Masa itu saat usiaku 0-5 tahun.
Saat itu aku masih seorang anak kecil yang polos dan bahagia. Saat itu adalah
saat dimana semua terasa membahagiakan tanpa beban apapun. Saat dengan
berlarian pun aku tertawa dengan diam pun aku bahagia dan tak ada luka. Semua
hanya tentang aku dan kebahagiaan keluarga kita.
Aku lahir entah dari Rahim siapa, yang jelas mama yang aku
kenal dan yang aku ketahui hanyalah almarumah mamaku saat itu, ayahku yang
kutahu ayahku adalah ayah yang hingga saat ini bersamaku, nenek-kakek adalah
mereka yang selama ini ku kenal. Entah darimana asalku dan bagaimana aku bisa
sampai dikeluarga ini. Yang jelas saat itu adalah saat yang paling
membahagiakan dalam hidupku. Setiap pagi bangun dari tidur aku membuka mataku
dan bila disampingku tak ada siapapun aku akan menangis dan berteriak agar ada
yang menggendongku menuju mama di dapur. Lalu terdengar suara lembut mama dari
dapur “tuh si eneng geus gugah gera pangku kadieu” (tuh si eneng udah
bangun,bawa gendong kesini). Lalu bibiku menghampiriku dan menggendongku ke
dapur melihat mama yang sedang memasak. Mama menyambutku dengan senyuman lalu
kemudian bibi membuatkanku segelas susu kemudian aku meminumnya dengan
lahapnya. Sehabis minum susu aku akan berlari menuju lemari makananku, ya
lemari makanan karena saat itu sekitar tahun 2001 keluarga kita belum punya
kulkas. Dilemari itu tersedia bermacam-macam makanan manis khususnya permen,
dan bila permenku habis aku dengan paniknya akan memberitahu mama baha stok
permenku habis. Dan mama dengan santainya selalu bilang untuk membangunkan
ayahku agar mmbelikanku permen saat itu, aku berlarian menuju ayah dan dengan
paniknya meminta dia untuk membelikanku permen dan ayah hanya sedikit terbangun
dan menyuruhku meminta uang pada mama hingga akhirnya hanya untuk sebungkus
permen pun aku berlarian kesana kemari dengan paniknya aaaah masa itu…
Dan saat siang hari ketika aku sudah selesai dengan segala
kepanikan dan kemanjaanku di pagi hari aku selalu bermain bersama
teman-temanku. Kami bermain apapun dan bersama kapanpun hingga sore menjelang
dan semua terasa indah. Kami tertawa bahagia, ya kadang menangis yang entah
karna apa tapi semuanya terasa sangat indah untuk dikenang. Terkadang disela
permainan kami mama memanggilku dan teman-teman untuk minum jus sisrsak buatannya
dan jus sirsak itu adalah minuman favoritku saat itu bahkan sampai saat ini.
Dan bila sore menjelang dan aku masih susah untuk pulang
mama selalu masak makanan kesukaanku, ah tidak lebih tepatnya sih semua masakan
mama adalah kesukaanku. Aku ingat saat suatu sore bibi memanggilku dan bilang
“enggal gera uih mama masak ayam kobe karesep eneng”(cepet pulang mama masak
ayam kobe kesukaan eneng) dan dengan sigap saat itu tak peduli permainan apapun
yang sedang kumainkan aku pasti pulang dengan gembira. FYI ayam kobe itu ayam
goreng tepung dan tepungnya itu merknya “kobe” jadi kita menyebutnya ayam kobe.
Maklum lah ya dikampung mana ada KFC. Atau mama sering masak sop kaki ayam atau
sop dengan bakso itu semua makanan
kesukaanku. Kaang aku mandi dulu baru makan atau bahkan sebaliknya. Aku
melakukan hal apapun yang kusuka.
Saat malam tiba kadang aku bermain dengan huruf abjad warna
warni yang mama belikan untukku dan saat itulah mama dan bibi mengajariku huruf
abjad dan warna warna yang ada pada huruf itu, alhasil sebelum masuk TK aku
sudah bisa membaca dan menulis namaku sendiri. Atau terkadang kami karaoke
bersama, emmm sebenarnya sih Cuma aku yang pegang mikrofon dan itupun kadang
bernyanyi kadang hanya menghapal surat surat pendek dengan dibimbing mama dan
bibi atau bapa juga tentunya.
Sekali-kali aku ikut mama kesekolah, ya karena mamaku adalah
seorang guru SD. Kita pergi bertiga aku,mama dan bapa. Kadang aku naik becak
berdua sama mama dan akusering terkagum-kagum melihat bangunan tinggi nan megah
yang disebut hotel. Yup karena sekolh tempat mamaku mengajar adalah daerah
wisata tepatnya sih di Pangandaran jadi disana ada bangunan hotel dan jika aku
sedang kagum kagumnya dengan hotel mama bertanya apakah aku mau kesana? Dan aku
menjawabnya dengan pertanyaan pula apakah kita bisa kesana dan sesekali
menghabiskan waktu disana? Mamapun mengiyakannya dan bilang suatu saat kita
mungkin bisa.
Saat disekolah mama hobiku ya apalagi kalau bukan jajan.
Mama menawariku berbagai makanan dan salah satu yang paling kuingat adalah saat
mama menawariku karoket telor yang rasanya sangat khas dan membuatku teringat
saat itu jika sekarang aku memakannya. Saat istirahat kami memakan bekal yang
sudah mama siapkan dari rumah dan biasanya menunya telur dadar ala mama yang
bagiku selalu enak. Pulang sekolah biasanya kami menyempatkan untuk beli stok
makanan atau permenku atau beli baju untukku disekitar pantai. Lalu kami pulang
kerumah. Mama sih meskipun aku tak ikut kesekolah dia selalu saja memberikanku
sesuatu sepulang sekolah, entah itu boneka,makanan,mainan atau yang lainnya. Ya
yang kuingat mama adalah mama yang baik bahkan terbaik yang pernah ada.
Atau kadang kalau aku tidak ikut mama kesekolah aku
dititipkan di nenek kakek dari mamah dan aku juga bahagia karena mereka tak
kalah menyayngiku. Mereka salah satu kebahagiaanku pula pada masa itu. Kadang
kakek menjemputku kerumah naik sepeda dan aku diboncenginya di ‘rendeng’
semacam tempat penyimpanan barang di sepeda. Terkadang aku dibawa mama ke
tempat nenek kakek secara langsung. Nenek kakek dari mama ini selalu
memanjakanku pula. Mereka membelikanku apa apa yang kumau. Kadang aku menginap
di rumah nenek kakek ini dam malamnya pergi ke Pasar Malam dan aku anik kincir
bersama nenekku. Lalu pulangnya membeli aromanis. Ahh sangat manis memang.
Walaupun sekarang nenek-kakek sudah tiada tapi kasih sayangnya seolah selalu menyertaiku kapanpun dan diamanapun.
Walaupun sekarang nenek-kakek sudah tiada tapi kasih sayangnya seolah selalu menyertaiku kapanpun dan diamanapun.
Masa itu sungguh membahagiakan bagiku semua terasa manis dan
indah. Tanpa aku tahu bahwa sebenarnya mama sedang menderita saat itu. Ya karna
sepanjang masa bahagia saat itu mama sebenarnya sakit tapi aku bahkan tidak
mengetahui derita mama. Dulu kukira mama hamil karena perutnya yang membesar
seperti hamil 9 bulan. Ternyata itu adalah penyakitnya. Dan aku dengan bodohnya
malah bertanya didepan mama pada bibi apakah aku akan punya adik? Karena aku
mendengar itu dari temanku bahwa mereka pikir mamaku hamil karena perutnya yang
membesar. Tanpa ku tahu mungkin saat itu mama tertekan mendengar pertanyaanku. Bodohnya aku.
Dan saat semua mungkin tahu derita mama aku dengan bodohnya hanya bahagia yang kupikirkan tanpa beban. Aku ingat saat aku dibawa mama kesekolah dan aku bertemu dengan anak teman mama dan dia bilang mama akan pergi meninggalkanku dia bilang aku akan ditinggalkan mama dia bilang “hey siah eta mamahna teli engke bakal teu aya, ke ditinggalkeun siah ku mamahna”(hey kamu nanti mamahnya pergi loh nanti kamu bakal ditinggalin mama kamu loh) saat itu aku tak percaya dan dengan yakin berkata bahwa mama ada di kantor dan dia takan meninggalkanku namun kemudian aku menangis dan berlari ke arah kantor sambil berteriak mama…mama…mama… dan mama menghampiriku lalu aku memeluknya dia bertanya kenapa aku menangis dan mengusap air mataku “kunaon din eneng nangis?” (kenapa kamu nangis?) dan aku bilang bahwa anak itu bilang bahwa mama akan pergi meninggalkanku lalu mama menjawab dengan tenang “ninggalkeun kamana? Ieu mamah aya mamah mah moal ninggalkeun eneng maenya eneng ditinggalkeun mah ku mamah”( ninggalin kemana,ini mama ada mana mungkin mama ninggalin kamu ) dan masih dengan air mata yang mengalir aku bilang agar mama jangan pernah meninggalkanku dan kalau pergi kemanapun harus mengajakku. Mamapun berjanji untuk tak meninggalkanku~ “mamah…mamah janji nya moal ninggalkeun abi mun kamana mana abi ajakan nya mah” “uhun moal, uhun diajakan J “ (mama…mama janji ya gak akan ninggalin aku kalo pergi kemanapun aku ajak ya ma) (iya gak akan iya mama ajak J)~
Dan itulah flashback indah yang sebenarnya pedih jika
kuingat. Dan satu hal lagi yang terindah yaitu saat ulangtahunku yang ke 5
tepatnya saat 5 september 2002 aku ulangtahun dengan dirayakan oleh mama, walau
acaranya sederhana aku sangat bahagia. Mama saat itu jadi pembawa acara diacara
ulangtahunku dan ya itulah perayaan ulang tahun pertama dan terakhirku dengan
mama. Karena saat tahun 2003 tepatnya 26 januari 2003 mama pergi
meninggalkanku, dengan semua kenangan indah yang tersisa di memori ini. Bersama
semua keindahan dan kemanisan dalam masa itu mama pergi menghadap-NYA. Dan
seiring kepergian mama akupun pindah ke desa lain ikut dengan nenek-kakek dari
ayah bukan nenek-kakek dari mama yang sering memanjakanku dan hidup sederhana
jauh dari kata manja dan hanya diasuh oleh bibiku yang juga pindah dari rumah
pertama kami. Dan bapa? Entahlah entah tinggal dimana mungkin saat aku di nenek-kakek ayah masih tinggal
dirumah pertama kami dan mungkin sekitar tahun 2004 bapa menikah lagi dan
tinggal dengan istri barunya tanpa aku tentunya. Hidupku berbalik 180 derajat.
Dan kupikir disitulah awal masa yang manis dan indahku berakhir.
To Be Continued~

Komentar
Posting Komentar