Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2021

It's Alright, Just Wait and See.

Gambar
Rasanya menyebalkan sekali ya, saat apa yang kita usahakan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Atau saat rencana kita harus berubah berulang kali karena suatu keadaan yang "tiba-tiba" terjadi dalam hidup kita.  Lalu kita frustasi dan mengutuk keadaan "kenapa begini sih?" "bukan ini yang aku mau!" "yah gagal lagi, kenapa sih ada-ada saja hidup ini!"  Haha sebenarnya bukan kita, itu aku. Aku berulang kali menyesali yang terjadi dan mengutuk keadaanku sendiri. Contohnya saat ini. Saat skripsi ku belum juga selesai. Orangtua dan keluarga sudah sering bertanya "kapan lulus? " "kapan wisuda?" dan aku tak tahu harus berkata apa. Hmmh dan aku hanya bisa tersenyum simpul sambil berkata "belum tahu, minta doanya aja ya".  Terkadang aku kesal dengan keadaan, padahal aku sudah mengusahakan nya untuk beres tahun kemarin. Tapi ada saja hal yang tak sesuai rencana. Seperti dosen yang sulit di...

Believe

Gambar
Malam ini rasanya begitu tenang. Diiringi suara rintik hujan yang meneduhkan telinga, aku pun mulai menulis lagi. Setelah 'badai' yang sempat terjadi beberapa bulan lalu, aku mengambil pelajaran yang begitu berharga. Ternyata memang benar, luka mengajari kita banyak hal. Dan kini aku memahami arti dari sebuah quotes yang pernah aku baca yang kurang lebih seperti ini "Saat Allah 'mendorong' mu ke tepi 'jurang' , hanya ada dua pilihan, yaitu antara Allah ingin menangkapmu atau ingin mengajarimu cara untuk terbang".  Dan sekarang aku merasakan hal itu. Dari apa yang terjadi kemarin aku belajar banyak hal, diantaranya yaitu ,hanya Allah lah tempat kita bersandar, satu-satunya penolong dan sebaik-baik penolong. Saat aku benar-benar ditempatkan di posisi sendiri, saat semua orang pergi dan tak ada yang benar-benar memahami, hanya dengan bercerita pada Allah lah yang bisa membuatku tenang. Membaca setiap ayat-Nya dan setiap ceramah dan setiap quotes-quotes y...

Thank you Allah, My Life is Beautiful✨

Gambar
Seringkali aku berandai-andai bagaimana rasanya menjadi orang lain? Hidup orang lain yang kulihat di 'insta story' begitu indah sepertinya. Kisah cinta mereka terlihat mulus, perkuliahan mereka terlihat lancar, lulus dengan mudah, datang ke tempat-tempat fancy dan indah. Aku sering bergumam, "giliranku kapan ya Allah?"  Padahal siapa yang tahu bahwa mereka sebenarnya sama saja, mereka memiliki luka, namun lukanya mereka simpan rapat-rapat dan hanya menunjukan kebahagiaan.  Dan pada suatu waktu aku mulai tersadar, bahwa ternyata bukan hidupku yang menyedihkan tapi aku yang kurang bersyukur. Aku terlalu melihat rezeki dan kebahagiaan dari "uang" dan "popularitas". Lalu aku mempersempit pandanganku bahwa cinta hanyalah sebuah hubungan yang tercipta diantara laki-laki dan perempuan. Padahal lebih dari itu! Kebahagiaan itu bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu miliki, bukan seberapa sering kau menghabiskan waktu ditempat mewah, atau s...