Thank you Allah, My Life is Beautiful✨
Seringkali aku berandai-andai bagaimana rasanya menjadi orang lain?
Hidup orang lain yang kulihat di 'insta story' begitu indah sepertinya. Kisah cinta mereka terlihat mulus, perkuliahan mereka terlihat lancar, lulus dengan mudah, datang ke tempat-tempat fancy dan indah.
Aku sering bergumam, "giliranku kapan ya Allah?"
Padahal siapa yang tahu bahwa mereka sebenarnya sama saja, mereka memiliki luka, namun lukanya mereka simpan rapat-rapat dan hanya menunjukan kebahagiaan.
Dan pada suatu waktu aku mulai tersadar, bahwa ternyata bukan hidupku yang menyedihkan tapi aku yang kurang bersyukur. Aku terlalu melihat rezeki dan kebahagiaan dari "uang" dan "popularitas". Lalu aku mempersempit pandanganku bahwa cinta hanyalah sebuah hubungan yang tercipta diantara laki-laki dan perempuan. Padahal lebih dari itu! Kebahagiaan itu bukan tentang seberapa banyak uang yang kamu miliki, bukan seberapa sering kau menghabiskan waktu ditempat mewah, atau seberapa mesra kamu dengan kekasihmu. Tapi tentang seberapa pandai kamu bersyukur dengan apa yang kamu miliki!
Dan begitu banyak anugerah Allah yang luar biasa untuk ku namun tak pernah kusadari dan tidak ku syukuri. Satu diantaranya adalah sahabat-sahabat yang aku punya dalam hidupku.
Ya, mereka adalah salah satu anugerah yang sangat patut aku syukuri. Sahabatku adalah orang-orang baik yang Allah kirimkan untukku. Mereka selalu mengingatkanku pada betapa baiknya Allah padaku. Pernah suatu waktu aku merasa khawatir dengan bekal ku untuk hidup di perantauan, lalu salah satu sahabatku berkata "tenang, ada Allah yang Maha Mencukupi" dan qadarullah, akupun menjadi tenang dan benar, bekalku ternyata cukup. Dan lagi, sahabatku adalah orang-orang yang setia kawan dan mereka rela berbagi keluh kesah apapun denganku. Saat aku susah, sahabat-sahabatku selalu memberiku semangat, menawarkan bantuan padaku, atau hal sederhana seperti memberiku benerapa snacks untuk mengembalikan moodku.
Dan sahabatku adalah orang-orang sederhana yang bersama mereka aku tak malu menjadi diriku sendiri. Bersama mereka, aku tak malu mengakui semua kekurangan ku. Menikmati bakso dipinggir jalan, menikmati jajanan kaki lima, memakan bekal dari warteg saat traveling, adalah suatu kenikmatan yang sungguh aku yakin tak semua orang dapat menikmatinya. Bahagia bersama mereka tak perlu mewah, tak perlu makan ditempat fancy, tak perlu traveling ke tempat mahal, sekedar menikmati alam pun, bersama mereka aku bisa bahagia.
Ya Allah, terimakasih telah menjadikan mereka sahabatku.
Aku sangat mensyukuri kehadiran mereka, karena banyak sekali diluar sana betapa orang kesepian karna tak punya teman yang benar-benar peduli padanya. Atau betapa banyak pula diluar sana orang yang sangat dekat dengan sahabatnya, namun sahabatnya itu tidak membuatnya ingat kepada Allah. Aku percaya bahwa sahabat-sahabat ku ini adalah orang yang akan membimbingku mengucap kata "Laillahailallah" jika aku mati dihadapan mereka. Hei sahabatku, jika kelak kalian tidak menemukan aku di surga, tolong minta sama Allah untuk membawaku bersamamu ke surga😭 Ayo kita bersahabat sekali lagi di akhirat nanti. Semoga kita bisa ke surga-Nya Allah bersama-sama ya.
Itu baru dari sahabat, belum lagi orang-orang baik lainnya yang sering Allah hadirkan dihidupku. Orangtua tentu saja yang paling utama, saudara, tetangga, bahkan orang asing yang terkadang Allah titipkan padanya suatu kebaikan yang dapat membantuku mengatasi kesulitanku.
Alhamdulillah. Alhamdulillah atas segalanya ya Allah.
Dan aku bersyukur menjadi seorang muslim yang dilahirkan dan dibesarkan sebagai warga negara Indonesia. Meskipun kata orang negeriku ini penuh polemik, banyak orang miskin, pejabat yang korupsi, masyarakat yang mudah sekali percaya dengan hoax, kesenjangan sosial yang tinggi dan apapun itu. Terlepas dari itu semua, menjadi seorang muslim yang lahir dan tumbuh dan berkembang di Indonesia adalah hal yang begitu aku syukuri. Di Indonesia ini mayoritas adalah muslim, tak sulit bagiku menemukan makanan halal dimanapun, tak sulit bagiku menemukan masjid dimanapun, adzan berkumandang dimana mana, mushola bertebaran dimana-mana, kita bisa beribadah dengan aman dan nyaman. Dan jika kita memakai hijab, tak akan ada orang yang mengira kita teroris atau aneh, kita bisa diterima dengan baik disini. Adat ketimuran di Indonesia juga tidak melegalkan zina, jika ada yang ketahuan berzina sudah pasti akan dipermalukan disini. Bukankah itu bagus? Maksudku, setidaknya secara budaya pun kita menganggap bahwa zina adalah perbuatan yang memalukan.
Dan lagi, Indonesia begitu indah. Beragam budaya dan pesona alam yang luar biasa. Disini, jika aku penat dam butuh hiburan untuk menyegarkan pikiranku aku tak perlu punya uang yang banyak. Pergi saja ke pantai, pergi saja ke air terjun. Tak butuh uang banyak, hanya perlu mengisi bensin, membeli tiket dengan harga yang terjangkau dan membawa sedikit makanan aku bisa menikmati indahnya alam dengan mudahnya. Sungguh, nikmat Allah mana lagi yang ku dustakan?
Dan orang Indonesia juga ramah, kita terbiasa saling menyapa, saling melempar senyuman jika berpapasan. Bukankah ini indah? Terkadang, hari suram yang kita jalani akan cerah begitu saja karna senyum yang seseorang berikan pada kita bukan?
Alhamdulillah, I'm so grateful being muslim, being Indonesian.
Pernah sekali aku berfikir, bagaimana jika aku menjadi warga negara lain hanya untuk agar bisa bersama seseorang, tapi itu adalah hal terbodoh yang pernah kupikirkan. Sudah tinggal di tempat yang baik dan cocok untukku eh malah ingin menjadi warga negara lain yang belum tentu akan sebaik negara ini.
Dan tentu bukan hanya hal itu, akhir-akhir ini aku sedang begitu merasa disayang Allah. Hehe padahal Allah dari dulu juga sudah menyayangi hamba-Nya, tapi aku baru sadar, dasar memang aku hamba yang lalai. Apakah itu? Itu adalah patah hati. Iya patah hati, patah hati yang Allah berikan padaku 5 bulan yang lalu adalah anugerah Allah yang paling besar untuk ku saat ini. Awalnya memang benar, aku begitu tersiksa dengan patah hati terdalamku itu, tapi patah hati itu membawaku menjadi lebih dekat dengan Allah, lewat patah hati itu Allah menyadarkanku bahwa aku tak seharusnya mencintai makhluk lebih besar daripada rasa cintaku pada Allah, apalagi makhluk itu bukan orang yang halal untuk aku cintai karena dia bukan suamiku. Patah hati yang begitu dalam itu membuatku kembali kepada Allah, membuatku tersadar dan hanya menggantungkan harapku, hidupku pada Allah semata. Bukankah "luka yang membuatmu ingat Allah itu lebih baik daripada bahagia yang membuatmu lupa dengan Allah? "
Allah menyadarkanku karna Allah menyayangiku, Allah tidak ingin aku terjerumus kedalam dosa yang begitu besar yaitu dosa pacaran/dosa mendekati zina. Padahal kan sudah jelas dalam Al-quran surat Al-Isra ayat 32 bahwa kita diperintahkan untuk menjauhi zina karena zina adalah hal yang keji dan seburuk-buruknya jalan. Tapi tetap saja dulu aku berpacaran, dan setelah patah hati ini lah aku merasa kapok untuk pacaran. Aku tak ingin lagi mencintai seseorang yang belum halal untuk aku cintai. Aku tak ingin lagi menduakan Allah dengan makhluk-Nya atau apapun itu. Aku ingin menjaga diriku, tak ingin membuat Allah marah denganku. Atau hidupku sendiri lah yang akan sengsara. Dan sekarang, aku memandang dunia dengan cara yang berbeda. Dunia ini sementara, dunia ini senda gurau belaka, yang kekal itu kehidupan di akhirat nanti. Dunia hanyalah tempat kita singgah, suatu hari nanti kita akan pulang ke akhirat yang berarti hanya ada dua pilihan yaitu "surga" atau "neraka". Sudah pasti kita semua menginginkan surga bukan? Dan untuk mendapatkan surga itu tentu harus mencari ridho Allah bukan? Dan untuk mencari ridho Allah tentu saja kita harus melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Dan yang aku syukuri adalah rasa ini, rasa ingin mencari ridho Allah dan memikirkan akhirat. Ini adalah hidayah dari Allah dan hal ini sangatlah mahal. Tak semua hamba Allah bisa mendapatkan hidayah-Nya, dan saat ini aku sedang merasa bahwa hidayah Allah sedang menyapa kehidupanku dan perlahan membawa diriku ke arah yang lebih baik, InsyaAllah.
Kini, aku mulai menyadari bahwa apa yang Allah tentukan untuk hidup kita adalah yang terbaik untuk kita. Kita ini manusia, kita ini bodoh, kita ini lemah, bisa apa kita jika tanpa Allah? Aku percaya, apa yang dulu atau saat ini menyakitkan hatiku dan membuatku menangis sedih. Suatu hari nanti akan membuatku berkata "alhamdulillah" dengan tangis bahagia di pelupuh mataku. Namun bahkan sebelum hari itu datang pun, hari ini dan setiap harinya akan selalu kuucapkan "alhamdulillah".
Alhamdulillah for everything ya Allah, Alhamdulillah, my life is beautiful cause its planned by Allah. SWT✨
Komentar
Posting Komentar