Kisah Es Pisang Ijo
Kali ini aku ingin menceritakan sedikit kisah 'receh' yang ku alami sore ini.
Bismillah...
Mari kita mulai...!
Seperti judul yang tertulis disana, ini adalah kisah tentang sebuah es pisang ijo. Minuman manis khas Indonesia ini menjadi topik yang menurutku cukup menarik untuk ku ceritakan.
Berawal dari niat ku ngabuburit sore ini demi membunuh waktu menjelang maghrib karena kebetulan aku sedang mengqadha puasaku hari ini.
Dalam hati saat aku berangkat aku berniat membeli cimol ayam dan es pisang ijo. Untuk cimol ayam sendiri aku sangat optimis akan mendapatkannya, karena memang biasanya pedagang cimol ayam ini berjualan setiap harinya. Namun untuk es pisang ijo, aku meragukannya, karena beberapa hari yang lalu saja aku melihat tukang es pisang ijo itu tidak berjualan. Dalam hati aku berkata "Ya Allah, aku ingin membeli cimol dan es pisang ijo, tapi sepertinya es pisang ijo tidak ada. Ah sudahlah Ya Allah kalau memang tak ada tak apa, mungkin bukan rezeki ku memakan es pisang ijo kali ini. Tapi jika ada sungguh itu merupakan kemurahan dan kuasa-Mu lah aku bisa mendapatkannya". Singkatnya, aku tak berharap banyak, aku memang menginginkannya tapi jika aku tak mendapatkannya aku sudah bertekad untuk memasrahkan nya saja. Toh aku bisa makan es pisang ijo dilain waktu kan.
Dan akupun mengendarai motor honda beat kesayanganku menuju pedagang cimol ayam. Aku melewati tukang es pisang ijo dan benar saja bahwa pedagang es pisang ijo hari itu tidak berjualan. Pikirku "ah sudahlah, dari awal juga kan sudah akan ikhlas kalau memang tak ada, aku beli es campur saja nanti dijalan jika ada" dan sudahlah aku membeli yang jelas ada saja yaitu cimol ayam.
Dijalan sebelum pulang, aku mampir dulu ke pantai untuk menikmati suasana keindahan alam dan memotret beberapa pemandangan.
Karena waktu semakin beranjak petang, aku memutuskan untuk pulang. Dan....
Bisa ditebak apa yang terjadi?
Di belokan arah pulang aku melihat seorang pedagang, kupikir itu pedagang es campur dan aku berniat ingin membelinya untuk berbuka puasa. Eh tapi ternyata itu adalah pedagang ES PISANG IJO!!! MasyaAllah, seketika sungguh aku tersenyum bahagia dan mengucap syukur "Ya Allah, ini pasti Engkau yang mengatur kan?, terima kasih Ya Allah sudah mengizinkanku mendapatkan apa yang hari ini begitu aku inginkan!".
Begitulah kisah es pisang ijo yang hari ini aku alami. Sederhana memang, mungkin menurut sebagian orang bukanlah hal yang penting. Tapi dari hal ini aku mengambil pelajaran dan semakin yakin bahwa benarlah Allah Maha Pendengar, Allah Maha Penyayang, Maha Pemurah, pokoknya Allah baik banget.
Lihat saja, lagi-lagi hal yang bahkan tidak kupinta dalam doa yang secara khusus dipanjatkan atau bahkan disebut dalam sujud pun Allah mengabulkan, lantas kenapa aku masih sering meragu tentang doa yang secara sengaja kupanjatkan dengan mengangkat tanganku? Dalam setiap sujudku?
Sebuah tamparan manis yang sederhana yang menambah keyakinan hati bahwa Allah pasti akan mengabulkan setiap doa baik yang kita panjatkan. Karena Allah Maha Mendengar, tentu saja pasti selama ini Allah sudah mendengar doa doa yang kita panjatkan. Namun, aku sering kali tidak sabar dan ingin segera mendapatkan apa yang aku harapkan. Padahal yang tak kalah penting adalah proses berdoa itu sendiri. Yaitu ketika kita dengan manja dan penuh harap meminta kepada Sang Pencipta untuk mengabulkan apa yang menjadi keinginan kita. Dalam prosesnya, kita semakin dekat dengan-Nya. Karena ketika kita, emm maksudnya aku, ketika aku berada dalam segala kecukupan terkadang bahkan seringkali aku lupa untuk meminta kepada Allah. Padahal apapun yang terjadi pada kita dan yang kita harapkan itu semua hanya Allah yang bisa mengabulkannya.
Seperti yang kudengar dalam ceramah ustad hanan "jika seluruh orang di dunia berkumpul untuk membantumu tapi Allah tidak mengizinkan hal tersebut maka mereka tak akan dapat membantumu. Dan jika seluruh orang di dunia berkumpul untuk mencelakaimu, semua tak akan terjadi tanpa izin Allah. Dan jika Allah yang menolong kita maka tiada apapun yang dapat mencelakai kita"
Betapa malunya aku yang sering bersuudzon kepada Allah bahwa Allah takan mengabulkan doa ku. Dan membuatku takut merasa kecewa dengan jawaban yang Allah berikan. Padahal yang perlu aku takuti bukanlah jawaban Allah atas doa-doa ku tapi ketika aku sudah malas untuk berdoa dan meminta kepada-Nya. (dikutip dari quotes oleh Umar Bin Khattab)
Kuharap setelah ini aku tak lagi meragukan kekuasaan Allah dan betapa Allah Maha Mendengar, Maha Pemurah, Maha Penyayang, Segala Puji Hanya Bagi Allah.
Komentar
Posting Komentar