Cinta
Postingan kali ini cukup klise. Tentang sesuatu yang tiada pernah ada habisnya untuk dibahas, yaitu tentang cinta.
Tentu saja, banyak sekali definisi cinta yang orang jabarkan diluar sana. Tapi bagiku, terkadang cinta punya penafsiran yang subjektif yang mungkin akan sedikit berbeda bagi setiap insan.
Disini aku tidak berniat membahas definisi cinta. Seperti yang kubilang diatas bahwa arti kata cinta bagi setiap orang mungkin dapat sedikit berbeda atau bahkan amat berbeda. Dan pastinya tidak semua pembaca akan setuju juga dengan pendapat ini.
Tapi, jika mungkin ada yang penasaran dengan apa arti cinta menurutku. Bagiku cinta adalah anugerah dari Sang Maha Cinta, Allah Subhanahu Wataala. Sebuah rasa yang indah dan luar biasa yang Allah titipkan di hati setiap hamba-Nya untuk menyayangi, peduli dan memaafkan satu sama lain. Cinta itu adalah ketika kita peduli dengan seseorang dan berharap kebaikan untuknya walaupun kita tak mendapatkan keuntungan apapun dari orang itu. Cinta adalah ketika kita melihat segala kekurangan nya namun tetap melihat dia sebagai manusia yang utuh. Manusia yang memang pasti tidak sempurna. Karena itulah kita diciptakan untuk saling menyempurnakan satu sama lain.
Dulu kupikir cinta adalah sesuatu yang bisa kita ciptakan sendiri, sesuatu yang bisa kita upayakan dengan usaha kita. Namun, belakangan ini baru aku sadari bahwa cinta bukanlah sesuatu yang dapat kita atur sekehendak kita.
Kita tidak bisa memilih pada siapa hati kita mencintai. Pun kita tidak bisa memilih kapan kita akan berhenti mencintai seseorang.
Cinta memang bukan pilihan, cinta adalah anugerah dari Sang Maha Cinta (Allah.SWT) yang Dia simpan dan tumbuhkan di hati kita pada siapa yang Dia kehendaki. Namun meskipun begitu, tingkah laku kita dalam menyikapi cinta itulah yang bisa kita atur dan usahakan. Akankah cinta itu membawa kita pada jalan yang Allah benci? Atau bisakah kita bersabar dan berusaha membawa cinta itu ke jalan yang Allah senangi? Jawaban nya ada dalam diri kita masing-masing.
Dulu, kupikir aku bisa berhenti mencintai seseorang yang kita cintai jika kita tidak lagi berkomunikasi dengan orangnya, tak lagi bertemu dengan orangnya ataupun berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan segala pikiran tentang dia yang kerap kali datang menyapa. Namun, itu tak pernah semudah itu. Yang bisa memberhentikan cinta itu hanya Yang Memberi Cinta itu pula, yaitu Allah. Sekuat apapun berusaha, kalau memang belum waktunya, ya tidak akan pernah kita bisa berhenti mencintai seseorang. Tapi tentu saja bukan berarti kita tidak harus berusaha. Hanya saja, sudahlah jangan terlalu keras pada diri sendiri. Jika menghindari dia yang kau cinta, tidak lagi berkomunikasi dengannya, tidak lagi memikirkan dia, tidak lagi menyebut namanya dalam doa mu masih belum mampu membuat mu berhenti mencintainya. Terima saja, terima saja bahwa mungkin memang Allah masih izinkan dia tinggal dihatimu dalam waktu tertentu untuk suatu kebaikan yang tak pernah kita duga.
Bukankah dengan tertunda nya keinginanmu membuatmu tetap meminta pada Allah? Dan dengan begitu, kamu lebih dekat dengan Allah kan? Bukankah dengan tertanamnya hatimu pada seseorang, mencegah dirimu untuk tak sembarangan memasukan orang baru kan kedalam hatimu? Yang mana menurutku itu bagus, kamu jadi lebih selektif memilih mana orang yang benar-benar layak kau masukan kedalam hatimu. Dan hatimu takan tergesa-gesa, gegabah menerima sembarang orang jika hatimu kosong begitu saja. Dan jika kamu tak berhenti menyebut namanya dalam doamu, mungkin Allah memang sedang menitipkan kebaikan untuk dia lewat doamu itu.
Pun sebaliknya, tentang hati yang tak bisa kita paksakan untuk mencintai. Bukankah itu menyadarkan kita bahwa memang hanya Allah lah yang membolak-balikan hati manusia. Bahwa kita bahkan tidak berkuasa atas hati kita. Maka jika kita ingin seseorang mencintai kita atau bahkan ingin kita mencintai orang tertentu, hal utama yang harus kita lakukan adalah meminta kepada siapa yang membolak-balikan hatinya, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Hatinya, hatimu, hati mereka, semua ada dalam genggaman Allah maka sebelum kita memulai usaha apapun untuk mendapatkan hati seseorang maka yang pertama kita lakukan adalah meminta Allah The Turners of the Heart, untuk menjatuhkan hatinya pada kita ataupun menjatuhkan hati kita padanya jika memang dia adalah yabg terbaik untuk lahir dan batin serta dunia dan akhirat kita.
Jadi, tentang cinta...
Tidak usah khawatir ya, kalau memang dia orangnya Allah pasti akan cenderungkan hatimu pada orang itu, dan Allah cenderungkan pula hatinya padamu.
Jadi jika selama ini belum menemukan yang tepat, InsyaAllah ini hanya masalah waktu saja sampai kita menemukan dia. Dia yang Allah pilih untuk menjadi pasangan hidup kita. Cinta dalam hidup kita, yang akan membersamai kita di dunia dan Syurga-Nya
Komentar
Posting Komentar